Seorang Laki-laki berambut pirang. Untuk seorang laki-laki di bangku kelas 3 SMP tingginya biasa saja. Kulitnya putih. Senyumnya membawa kebahagiaan. Suara tertawanya terdengar ceria. Dan yang paling berkesan untukku adalah cara berlarinya. Sangat lucu. Ketika berlari rambut pirangnya ikut melompat-lompat. Ah jangan lupakan poninya, rambut pirang berponi. Mungkin yang pertama kali melihatnya akan beranggapan dia memakai warna rambut. Tapi tidak, begitulah rambutnya. Suaranya juga sangat berciri khas. Dari jauhpun aku akan tau kalau itu suaranya. Kak Michael. Michael. Kakak kelasku saat SMP. Satu tingkat diatasku.
Pertama kali mengenalnya saat MOS SMP. Sosok kakak kelas yang ramai. Mana mungkin ada adik kelas yang tidak menyukainya? Kakak kelas yang ramah saat disapa. Adik kelas manapun akan senang saat mendapat respon yang baik dari kakak kelasnya. Begitu juga aku. Mengagumi sosok periangnya. Mengagumi keramahannya. Juga mengagumi senyumannya. Aku selalu menyapanya. Menyapanya di jam istirahat. Saat dia turun dari tangga. Dan dengan ramah dia membalas sapaanku.
'Jam 09.33, 2 menit lagi dia akan lewat' batinku sesekali melihat ke arah tangga.
'Kriiiiingggggggg' bel istirahat berbunyi. Aku melihat ke arah tangga. Menunggu seseorang yang sedari tadi kutunggu.
'Yes!! Itu dia' senyumku mengembang seketika juga ketika melihatnya. Melihat kak michael menuruni tangga. Sendirian. Aku segera bangun dari dudukku. Berlari ke arah pintu keluar kelas. Waktunya sangat pas! Kak michael tepat berjalan di depan kelasku saat aku keluar.
"Kak Michael!!" sapaku. Dia menoleh.
"Oh.. Hai.." kak michael tersenyum dan melambaikan tangannya. Aku balas tersenyum. Dia kembali menatap lurus ke depan. Aku tau dia akan menemui sahabatnya, namanya kak galuh dan kak putri. Sahabat kak michael semuanya perempuan. Mereka semua cantik-cantik. Sedikit iri. Bagaimana bisa persahabatan mereka begitu sempurna? 2 Perempuan cantik dan 1 laki-laki tampan.
Begitulah kebiasaanku setiap hari di sekolah. Selalu menyempatkan waktu untuk menyapanya. Hanya sekedar menyapa, tidak lebih. Aku selalu menyapanya dari tempat yang sama dan di waktu yang sama. Hingga tidak terasa besok adalah hari terakhir aku sekolah, sebelum libur panjang untuk kelas 3 SMP Ujian Nasional. Aku sudah menunggunya sejak bel istirahat berbunyi. Tapi kak michael belum turun dari kelasnya. Padahal ini hari terakhir aku melihatnya sebelum liburan panjang ujian dan dia juga akan jarang terlihat di sekolah usai ujian.
'Jam 09.50, kak michael belum turun juga ya? Padahal 10 menit lagi jam istirahat selesai' aku terus melihat ke arah tangga. 'Apa kak michael gak masuk sekolah ya?' pikirku. Akupun memutuskan berjalan ke arah tangga. Satu, dua, tiga, empat.... Aku terus menaiki tangga. Sampai tinggal tiga tangga terakhir. Aku sedikit ragu, aku kembali membalikkan badanku mengurungkan niatku untuk melihat ke kelas kak michael. Sampai suara seseorang yang sangat kutunggu menghentikanku.
"Ceri!" sapanya. Aku menoleh.
"Kak michael..."
"Kamu nyariin aku kan?" kak michael berjalan mendekati posisiku.
"Ah soal itu.. Kebetulan aja mau naik ke atas kak" alasanku.
"Padahal aku sudah nunggu kamu" kak michael menyerahkan sebotol minuman kaleng.
"Makasih" aku menerimanya.
"Aku sengaja gak turun, aku nunggu kamu naik ke atas dan biar gantian aku yang nyapa kamu duluan" kak michael tersenyum. Aku sedikit bingung dengan yang diucapkannya.
"Ceri.. Kamu ceri kan?" tuding kak michael padaku. Aku membulatkan mataku. Kak michael tau namaku? Dari siapa? Selama ini cuma aku yang mengenalnya. Cuma aku yang terlebih dahulu menyapanya. Dan aku tidak pernah memperkenalkan namaku padanya.
"Kak michael tau namaku?" tanyaku balik.
"Bukannya tadi awal aku sudah manggil namamu kan? Jadi artinya aku tau namamu dek" kak michael menyenderkan punggungnya pada pegangan tangga.
'Kringgggggggg' bel masuk.
"Wah sudah bel. Hari ini terakhir kan kamu bisa nyapa aku? Hari terakhirmu sudah tergantikan. Aku yang nyapa kamu, bukan kamu yang nyapa aku, Ceri!" kak michael menyunggingkan senyumnya lalu berjalan menaiki tangga.
"Kak michael !!!" panggilku. Dia berhenti dan menoleh. Aku tersenyum lebar.
"Hari terakhir. Aku menyapamu. Di bel masuk. Makasih kak michael, sukses buat ujiannya, dan aku akan menghabiskan minuman ini" aku mengangkat minuman kaleng di tanganku. Setelah itu aku berbalik badan dan turun menuju kelasku.
Hari terakhir. Terima kasih kak michael. Sudah menyapaku. Sudah mengenal namaku. Dan sudah menungguku. Aku akan tetap mengingat kak michael yang ramah dengan senyum yang indah. Kak michael. Aku berharap bisa bertemu denganmu lagi nanti. Dan aku akan kembali menyapamu.
Translate
Jumat, 15 Juli 2016
Cerpen 'Hari Terakhir Aku Menyapamu'
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar