Translate

Sabtu, 23 Juli 2016

Cerpen 'Chatting'

Sudah dua minggu ini tidak ada satupun chat dari Eric. Aku menunggunya tentu saja. Kita bahkan sebelumnya sering menghabiskan malam minggu untuk bercanda berdua. Tetapi, ini sudah memasuki minggu ketiga dan eric tak menunjujukkan tanda-tanda. Semua sosmednya aktif, aku tau itu. Tapi, apa dia sudah bosan denganku? Sampai chat satupun tidak ada.
Aku tau diri, eric bukan siapa-siapaku. Aku tidak memiliki hubungan dengannya. Tapi, biarkan aku berharap untuk menunggu pesan darinya. Hanya sekedar itu, kuharap aku tidak serakah.

Karena tak kunjung ada tanda bahwa eric akan memulai chat terlebih dahulu, akan kumulai saja. Baiklah, kali ini biarkan aku yang memulai mencarinya.

'Isi chat whatsapp'
"Hai eric!!" terkirim.
"Oh ceri, hai" diterima.
Lihat? Tidak perlu aku menunggu lama, chatku yang baru saja kukirim sudah dibalasnya.
"Gapernah ngechat?" terkirim.
"Kukira sibuk" diterima.
Baiklah. Untuk jawaban yang ini, sebuah alasan yang klise.
"Sejak kapan aku sibuk?" terkirim.
"Biasanya kamu sibuk" diterima.
"Alasan deh! Kan lagi libur kuliah" terkirim.
"Haha. Ya gitu cer" diterima.
Beginilah isi chat-chatanku dengan eric. Tidak ada yang special sama sekali. Datar. Hanya pesan yang ringan. Dan semua itu tidak lama, eric mengakhiri chattingan hanya dengan membacanya saja. Tidak berpamitan seperti harapanku. Baiklah, aku terlalu berharap untuk mendapatkan kata pamit darinya.

Sejak hari itu aku tidak pernah memulai untuk chat terlebih dahulu. Biarlah eric yang memulai. Jika aku yang memulai dan hanya mendapatkan sebuah akhiran 'terbaca' saja itu membuatku sakit hati. Tidakkah dia ingin menghargaiku? Tidakkah dia tau aku menunggunya? Kurasa tidak!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar