Translate

Sabtu, 23 Juli 2016

Selamat Hari Anak Nasional

Saat ini aku tengah mengenyam pendidikan guru di sebuah universitas negeri. Aku masih di semester 5, jadi kira-kita masih butuh 1,5 tahun lagi untuk wisuda.

Bicara mengenai tanggal 23 juli 2016 ini, memperingati hari anak nasional. Begitu banyak harapan dari segala pihak pada anak-anak bangsa. Begitu juga aku yang sejatinya adalah calon guru.

Seorang anak mendapat pelajaran pertama kali dari orang tua mereka. Pelajaran tentang hidup, tentang hal-hal dasar di dunia ini.
Menginjak usia 4 tahun, seorang anak akan mendapat pelajaran baru. Mengasah otak mereka dengan materi-materi berbeda. Pada tingkat pendidikan taman kanak-kanak saat ini kesulitan sudah cukup membebani anak bangsa. Tapi, dengan dikemas secara menyenangkan dan banyak permainan, semua itu terasa menarik.
Dua tahun berada di TK, kembali melanjutkan pada sekolah dasar. Pada tingkat ini seorang anak sudah dituntut menunjukkan hasil belajar mereka. Ada sebuah laporan tiap semester. Hasil-hasil belajar mereka sebagai tolak ukur, apakah anak tersebut sudah berhasil atau belum. Materi ajar pada tahap ini dibagi menjadi enam kelas, kelas pertama sampai keenam. Materi ajar sesuai dengan tahap yang mereka jejaki. Semakin tinggi kelas mereka, semakin luas pula wawasan yang perlu diketahui.
Selanujutnya sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Disini adalah tahap pendewasaan pemikiran. Bagaimana seorang anak sudah mampu menalar materi ajar mereka dengan kehidupan mereka. Pemikiran yang matang perlu untuk pembelajaran dan bekal mereka.

Pembelajaran selanjutnya pilihan seorang anak berkuliah atau tidak. Tetapi apapun itu, pembelajaran selanjutnya adalah lebih pada kenyataan. Pilihan seorang anak. Apakah mereka akan melakukan sebuah pekerjaan? Sebuah pekerjaan yang digunakan sebagai profesi mereka.

Sejatinya pendidikan itu perlu. Bahkan dalam agama saya, mencari ilmu itu hukumnya wajib. Dan ada sebuah pepatah, carilah ilmu sampai ke negri cina, sejauh apapun itu kejarlah ilmu karena ilmu tidak akan mendatangimu sendiri.

Aku, calon guru, berharap banyak pada anak nasional ini. Banggakanlah orang tuamu. Laksanakanlah perintah agamamu. Berbaktilah pada negaramu.

Dari diriku pribadi.
Terima kasih pada sang pencipta, Allah swt.
Terima kasih ibuku atas ilmumu, terima kasih juga ayahku, dan orang-orang sekitarku.
Terima kasih bapak ibu guruku dalam menuntut ilmu umum maupun ilmu agama.
Terima kasih untuk semua ilmu yang sudah kudapatkan sampai saat ini.
Harapan terbesarku, semoga ilmu yang aku miliki dapat bermanfaat jika kelak aku menjadi seorang guru.

#SELAMAT HARI ANAK NASIONAL#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar